Debat Kandidat, Anies Sindir Laporan Keuangan DKI

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno usai mengikuti salat subuh berjamaah di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, 12 Desember 2016. Tempo/Vindry Florentin

Liputansku.com, Jakarta – Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan, menyindir laporan keuangan Provinsi DKI Jakarta dalam debat kampanye dengan calon gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sejak 2013, laporan keuangan DKI selalu mendapatkan opini wajar dengan pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan.

“Bicara korupsi, minimal laporan keuangannya dapat opini WTP (wajar tanpa pengecualian). Bagaimana kita mau anti korupsi kalau laporan keuangannya tidak WTP?” kata Anies dalam debat kampanye calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang digelar Kompas TV di Djakarta Theater XXI, Jakarta, Kamis, 15 Desember 2016.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 2014-2016 itu mengatakan, dia dan pasangannya, Sandiaga Uno, akan membuktikan bahwa mereka anti korupsi dalam langkah-langkah yang konkret. “Makanya, mantan komisioner KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terbuka menjadi salah satu tim kami,” ujar Anies.

Dalam debat tersebut, Anies juga menyatakan komitmennya untuk meruskan apa yang sudah pernah dikerjakan ketika presenter bertanya kepadanya mengenai rekam jejak yang dapat menjadi teladan bagi warga Jakarta. “Dan itu konkret. Ketika punya gagasan, jadi karya. Bukan sekedar gagasan. Itu yang berbeda,” tuturnya.

Akhir-akhir ini, Anies menilai, banyak pejabat yang hanya mementingkan kerja dan mengesampingkan kata-kata. “Yang penting kerja, yang penting karya, tanpa ada kata-kata. Efeknya, jadi nggak ada arahnya,” ujar Anies yang pernah menjadi rektor Universitas Paramadina tersebut.

Kamis 15 Desember 2016, Kompas TV menggelar debat yang mempertemukan ketiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk menjelaskan program unggulan mereka. Pasangan nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni tak hadir.

Dalam debat kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut, hanya hadir pasangan nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, dan pasangan nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Debat juga dihadiri oleh pendukung dari kedua pasangan calon tersebut.

 

 

 

 

Tempo.co