Dapat Tempat Tak Strategis, Puluhan Pedagang Pasar Pagi Purwodadi Mengamuk

Undian pembagian kios, los dan lapak para pedagang di Pasar Pagi Baru, Jalan Gajah Mada, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, ricuh pada Kamis (05/01/2016).

Puluhan pedagang yang memperoleh lokasi tak strategis mengamuk kepada pihak pengurus paguyuban pasar. Mereka menduga ada permainan dalam penempatan lokasi berjualan.

Suasana tegang terjadi ketika pihak pengurus paguyuban pasar menolak ketika diminta menghitung ulang berapa jumlah kartu undian di hadapan para pedagang.

Adu mulut antara pedagang dengan pengurus paguyuban pasar pun tak terelakan. Ketegangan selama setengah jam usai setelah puluhan pedagang balik kanan dan sepakat menolak menandatangani pembagian kios, los dan lapak.

Muhyayin, pedagang Pasar Pagi lama, menjelaskan rekan-rekan seprofesi merasa janggal dengan pengundian yang dilakukan pengurus paguyuban. Mereka dianggap tak transparan.

“Dari 64 kios yang diundi periode ini cuma 40 kupon undian yang dikeluarkan. Sisanya pasti titipan. Kami sudah dengar desas desus ini,” ungkap Muhyayin.

“Yang membayar atau kerabat tak usah diundi sudah dapat lokasi strategis. Kami minta keadilan,” tegas pria yang sudah berjualan 14 tahun di Pasar Pagi Lama ini.

Pemkab Grobogan mengimbau pedagang Pasar Pagi Lama di sekitar lokalisasi Koplak Jaran untuk segera hengkang dari lokasi yang mereka tempati selama puluhan tahun itu sampai akhir Januari 2017.

Selain memicu tak keruan arus lalu lintas akibat memenuhi jalan umum, lokasi Pasar Pagi Lama sangat kumuh dan tidak tertata rapi.

Pemkab Grobogan sudah menyediakan lokasi Pasar Pagi Baru untuk pedagang di atas lahan seluas 8937 meter persegi.

Kepala Disperindag Kabupaten Grobogan, Muryanto, menjelaskan ada 901 pedagang yang tercatat menempati lokasi Pasar Pagi Lama.

Secara bertahap, pengundian pembagian tempat untuk berdagang di lokasi Pasar Pagi Baru akan dilakukan dalam dua periode.

“Pengundian periode pertama total 437 pedagang dan dilakukan hingga Sabtu ini. Selanjutnya periode kedua menyusul. Untuk total kios ada 64, sisanya los dan lapak,” kata Muryanto.

Dijelaskan Muryanto, menanggapi gejolak yang timbul di kalangan para pedagang tersebut, pihaknya berupaya mempertemukan antara pedagang dengan pihak paguyuban pasar.

“Kami sudah adil dalam pembagian ini, silakan jika ada yang merasa janggal lapor saja ke kami dan akan kami carikan jalan keluar,” ucap Muryanto.

Menurut dia setiap pedagang hanya mendapat satu tempat dan tidak ada titip menitip atau ditarik biaya. Semua kios, los dan lapak gratis. “Hanya retribusi jika sudah ditempati,” terang Muryanto.

Sumber : tribunnews