Cuaca Buruk Ancam Pilkada Kota Batu

Ada ancaman nyata yang membayangi Pilkada Kota Batu, Jawa Timur pada 15 Februari 2017 mendatang. Ancaman itu, yakni cuaca buruk yang salah satunya bisa berupa hujan lebat.

Tentunya, kondisi seperti itu bisa mengganggu proses distribusi logistik menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu, Rochani mengatakan, sejauh ini kebutuhan logistik seperti surat suara, tinta dan sebagainya telah dipacking dalam 420 kotak suara. Semua logistik itu siap didistribusikan ke seluruh TPS pada H-1 pemungutan suara Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kota Batu.

“Semua kebutuhan logistik sudah siap didistribusikan. Kami berharap lancar dan cuaca mendukung, tidak hujan agar tak mengganggu proses distribusi,” kata Rochani di Kota Batu, Jumat (10/2/2017).

Cuaca buruk ditandai dengan intensitas hujan tinggi ini kerap mengguyur Kota Batu dan sekitarnya sejak pagi sampai malam. Tentu hal tersebut menjadi ancaman nyata tersendiri bagi satu – satunya kota di daerah di Jawa Timur yang menggelar Pilkada serentak pada 15 Februari mendatang.

Di sisi lain, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang bisa mencoblos di Kota Batu tercatat sebanyak 147.975 pemilih. Jumlah itu tak berbeda jauh saat pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 silam.

“Harapan kami angka partisipasi minimal 80 persen sesuai saat Pilpres silam. Ada yang tak memilih mungkin karena ada yang bekerja di luar Kota Batu,” ucap Rochani.

KPU Kota Batu kemarin siang juga sudah memusnahkan ratusan surat dengan cara dibakar. Rinciannya, 16 lembar kelebihan surat suara untuk pemilihan ulang dan 768 surat suara regular yang rusak. Kerusakan meliputi ketidaksesuaian spek karena mengalami degradasi warna, lipatan tak simteris, tidak sesuai ukuran sampai sobek.

“Sesuai aturan, kelebihan surat suara harus dimusnahkan beserta surat suara rusak hasil sortir,” tutur Rochani.

Adapun Pilkada Kota Batu diikuti oleh tiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota serta satu pasangan calon dari independen. Ketiga paslon itu, yakni Rudi – Sujono yang diusung oleh PAN, Partai Hanura dan Partai Nasdem; lalu pasangan Dewanti Rumpoko – Punjul Santoso yang diusung PDI Perjuangan; pasangan Hairuddin – Hendra Angga yang diusung PKB dan Partai Demokrat; serta pasangan calon dari jalur independen Abdul Madjid – Kasmuri.