Cerita Warga Bandung Ikut Parade Bhinneka Tunggal Ika

Ratusan warga mengikuti Parade Bhinneka Tunggal Ika yang dihelat di Bundaran Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat. Mereka yang hadir tak hanya dari Ibu kota saja, melainkan dari daerah luar Jakarta.

Satu di antara ratusan peserta yang turut serta adalah Jajang (20). Pria asal Margahayu, Soreang, Kabupaten Bandung, itu mengaku penasaran berangkat ke Jakarta. Namun bukan untuk mengikuti acara Parade Bhinneka Tunggal Ika, melainkan ingin melihat Tugu Monumen Nasional (Monas) secara langsung.

“Kebetulan saya mah belum pernah lihat Monas langsung. Makanya ikutan ke sini,” ungkap Jajang di lokasi acara, Jakarta, Sabtu (19/11/2016).

Jajang tak sendiri, ia datang bersama rombongan lain dengan menumpang tiga bus besar. Menurut dia, warga di kecamatannya turut serta meramaikan Parade Bhinneka Tunggal Ika.

Jajang mengaku tak mau melewatkan kesempatan melihat Tugu Monas. Karenanya, ia dan dua orang temannya lebih memilih berjalan-jalan di sekitaran Monas sambil memotret dengan menggunakan telepon genggamnya.

“Kalau ikut jalan konvoi begitu panas. Saya mah mending jalan-jalan aja di Monas,” ungkap Jajang.

Lain halnya dengan Ambar, warga Cikini, Jakarta Pusat. Ibu dua anak ini memang sengaja datang ke Bundaran Patung Kuda untuk meramaikan acara Parade Bhinneka Tunggal Ika.

Selain mengisi waktu, Ambar mengaku penasaran dengan pawai dan pentas seni yang ditampilkan dalam Parade Bhinneka Tunggal Ika.

“Ya daripada di rumah. Mending di sini sekalian jalan-jalan. Bisa lihat pentas seni,” terang Ambar.

Sebelumnya, Panitia acara parade Bhineka Tunggal Ika mengklaim akan ada 100 ribu peserta yang akan mengikuti parade yang akan berlangsung di Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11/2016).

Salah satu penggagas Parade Bhinneka Tunggal Ika, Nong Darol Mahmada mengatakan, 100 ribu orang tersebut berasal dari berbagai elemen masyarakat. Tetapi, ia mengklaim para peserta yang hadir tidak berasal dari organisasi massa ataupun lembaga swadaya masyarakat (LSM).

“Intinya adalah masyarakat yang berkomitmen menjaga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Nong saat ditemui di lokasi acara, Sabtu (19/11/2016).

Menurut dia, tujuan digelarnya acaranya ini adalah untuk mengingatkan kepada masyarakat luas tentang pentingnya menjaga ideologi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pemersatu bangsa.