Cerita Pelajar yang Rela Bolos Sekolah demi Aksi 212

Massa membawa bendera kuning menuju Masjid Istiqlal, Jakarta, 4 November 2016. Tempo/Akhmad Mustaqim

Liputansaku.com, Jakarta – Wajah Irawan tampak lusuh. Pakaiannya tak rapi. Siswa kelas 3 SMK An-Nur, Klapanuggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu hanya duduk sembari menunggu waktu salat Ashar saat bertemu Tempo di Masjid Istiqlal. Sementara itu, temannya tertidur di sampingnya. “Saya bolos sekolah demi Aksi Bela Islam,” tutur siswa berusia 18 tahun itu, Kamis, 1 Desember 2016.

Irawan menuturkan, demi Aksi Bela Islam Jilid III dia nekat bolos sekolah dua hari. Ia tak menghiraukan hukuman yang menantinya selepas pulang dari Jakarta. Demi bisa mengikuti Aksi Bela Islam Jilid III, Irawan rela berangkat ke Jakarta hanya bermodal uang pas-pasan. Bahkan dari Pondok Pesantren Ibnu Hasan Bisri, Klapanunggal, menuju Stasiun Nambo, ia dan dua temannya harus menumpang mobil.

Irawan tak cemas soal makan dan minum selama di Jakarta. Dia yakin akan mendapatkan bantuan. “Ini saja baru dapat kurma. Gampanglah nanti juga ada yang memberikan makan,” katanya sembari menunjukkan satu bungkus kurma. Bagi Irawan semua kesulitannya menuju ke Jakarta tak ada artinya dibandingkan rasa kecewanya terhadap Kepolisian dan Kejaksaan.

Menurut Irawan, kekecewaan itu lantaran Kepolisian dan Kejaksaan yang tak kunjung menahan Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang menjadi tersangka kasus penistaan agama. Karena itu, menurut Irawan, dia merasa terpanggil untuk ikut Aksi Bela Islam Jilid III.  Menurut dia, Ahok, sapaan Basuki, harus ditahan karena penista agama lainnya juga ditahan.

Sama seperti Irawan yang kecewa dengan tak kunjung ditahannya Ahok, Wawan Setiawan juga rela terbang ratusan kilometer dari Pangkal Pinang, Bangka Belitung, demi Aksi Bela Islam Jilid III. “Ahok, seharusnya langsung ditahan karena telah menistakan Islam,” ujar pria berusia 34 tahun itu.

Berbeda dengan Irawan yang bermodal nekat, Wawan dan 18 temannya mempersiapkan keperluan mereka dengan baik. Pebisnis kuliner ini membawa uang cukup untuk keperluan makan dan minum. Namun, dia memilih menginap di Istiqlal selama dua malam agar merasa akrab dengan umat Islam lainnya. “Besok kami akan bersama-sama datang ke Monas menggunakan pakaian serba putih.”

Aksi Bela Islam Jilid III yang digelar di Monas besok diperkirakan dihadiri sekitar 200 ribu orang. Sebanyak 27 ribu polisi dan 5 ribu tentara akan mengawal aksi itu. Aksi Bela Islam Jilid III kali ini akan berbeda dengan Aksi Bela Islam yang digelar 4 November lalu. Dalam Aksi Bela Islam Jilid III, massa akan lebih banyak membaca Al-Quran, tahlil, zikir, dan salat Jumat dipimpin Majelis Ulama

 

 

 

 

(sumber: tempo.co )