Buruh Tetap Gelar Demo pada 2 Desember 2016

Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melakukan long march saat menggelar unjuk rasa di Jl. Merdeka Barat, Jakarta, 6 Februari 2016. Para buruh masih menuntut pemerintah untuk mencabut Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan.

Liputansaku.com, Jakarta – Buruh tetap akan menggelar aksi unjuk rasa pada 2 Desember 2016. Aksi mogok nasional ini tidak akan menjadi satu dengan Aksi Bela Islam III yang digelar di Monas. “Tidak akan gabung,” kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Sai Iqbal kepada wartawan di Menteng, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Kepala Polri meminta elemen buruh tak ikut berunjuk rasa pada 2 Desember 2016. Aksi buruh dinilai tidak sejalan dengan tuntutan yang disuarakan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) yang menggelar aksi di Monas.

Said mengatakan aksi buruh akan dilakukan di luar Monas. Aksi akan terpusat di Balai Kota DKI Jakarta dan Patung Kuda Arjuna Wijaya.

Menurut Said, KSPI menghargai dan menghormati keputusan GNPF MUI untuk menggelar aksi di Monas. Pihaknya mendukung penuh keputusan aksi bela Islam, karena isu yang disuarakan tetap sama, yakni tentang penangkapan Ahok.

Dalam rangka menghormati keputusan GNPF MUI tersebut, KSPI akan mengatur jalannya orasi yang tidak mengganggu zikir dan doa massa Aksi Bela Islam III.

Said menambahkan, meski menyatakan tidak akan bergabung, KSPI tidak akan melarang massa buruh yang hendak bergabung di Aksi Bela Islam. “Ini kan aksi rakyat. Jadi cair saja,” kata Said.

Said berharap nantinya kepolisian dapat memberikan perlakuan yang sama antara aksi buruh dengan Aksi Bela Islam III.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(tempo.com)