Beijing darurat polusi udara, Jakarta masih aman

Pemerintah Ibu Kota Beijing, China, menyatakan kondisi polusi udara sudah dalam keadaan gawat darurat sehingga sekolah-sekolah harus diliburkan, warga dilarang menggunakan kendaraan bermotor, dan disarankan tidak keluar rumah.

Peringatan pemerintah itu diumumkan Jumat pukul 16.20 setempat.

Karena kondisi itu pemerintah juga melarang pabrik-pabrik industri berat beroperasi serta menyarankan pengurangan produksi.

Seantero Beijing saat ini dilingkupi asap berbahaya yang diperkirakan masih bertahan hingga Rabu mendatang.

“Beijing diserbu asap,” demikian ditulis media pemerintah, Xinhua, seperti dilansir koran the Guardian, Sabtu (17/12).

Indeks polusi udara Beijing terkini yang dilaporkan situs Indeks Kualitas Udara aqicn.org mencapai angka 300 yang berarti sudah mencapai tahap paling berbahaya. Pada kondisi ini dikatakan seluruh warga akan terkena dampak buruk dari polusi tersebut dan dilarang keras keluar rumah.

Lain di Beijing, lain pula di Jakarta. Meski sama-sama terkenal karena polusi udaranya, Jakarta dilaporkan masih mengalami polusi udara yang tidak mematikan.

Di kawasan Jakarta Pusat, indeks kualitas udara terkini yang dilaporkan situs aqicn.org masih berada di angka 28 yang berarti cukup baik. Pada kategori ini udara dikatakan cukup memuaskan dan tidak mengandung risiko bagi kesehatan. Sedangkan di Jakarta Selatan kualitas udara mencapai angka 70. Ini berarti kualitas udara cukup moderat alias bisa diterima dan hanya berisiko bagi orang-orang tertentu yang memang punya riwayat gangguan pernapasan atau organ pernapasannya cukup sensitif. Orang dewasa dan anak-anak dengan riwayat itu disarankan tidak berlama-lama di luar rumah.

Sumber : merdeka.com