Bahaya Pengentalan Darah pada Wanita Hamil

Ilustrasi Ibu Hamil

Liputansaku.com, Jakarta – Seperti yang kita ketahui, darah dalam tubuh manusia berfungsi sebagai alat yang mengirimkan oksigen dan nutrisi ke seluruh badan. Jika darah mengental, maka penyebaran oksigen dan nutrisi akan terganggu.

Pada wanita, hal ini dapat berdampak buruk pada kehamilan dan menyebabkan keguguran secara berulang. Sampai saat ini, terjadinya pengentalan darah pada seseorang belum jelas penyebabnya.

Dalam berbagai kasus, sering kali pengentalan darah terlambat ditemukan atau terdeteksi sebagai penyakit lain sehingga terlambat ditangani. “Ada yang mengatakan hal itu karena faktor infeksi, ada juga yang mengatakan hal itu berkaitan dengan faktor sistem imunologi,” kata dokter spesialis kandungan yang juga seksolog, Boyke Dian Nugraha.

Darah yang kental bisa menyebabkan beberapa gangguan, seperti migrain, gangguan ginjal, penyumbatan paru-paru, hingga serangan jantung, serta keguguran karena tidak sampainya nutrisi ke janin. Akibatnya, janin tidak berkembang, mengalami pengecilan, dan akhirnya sang ibu pun mengalami keguguran.

 

Sering kali hal ini terjadi pada janin dengan usia di bawah 12 minggu, seperti dialami penyanyi Ashanty. Ia pernah keguguran dua kali, ia terdiagnonis mengalami pengentalan darah saat hamil. “Dia keguguran karena terjadi pengentalan darah. Saya melihat Ashanty makannya tidak benar. Waktu itu kandungannya masih di bawah 12 minggu,” kata Boyke.

Gaya hidup dan asupan makanan diperkirakan memengaruhi terjadinya pengentalan darah. Keguguran akibat pengentalan darah sebenarnya dapat dicegah, salah satunya adalah dengan pemeriksaan dini. “Karena sebabnya belum jelas, kita harus sadar diri dan melakukan pemeriksaan, terutama sebelum wanita mengalami kehamilan. Nanti akan terlihat apakah ada pengentalan darah,” ujar Boyke.

Pemeriksaan dapat dilakukan di berbagai klinik dan rumah sakit, terutama klinik ibu dan anak, klinik pasutri, atau rumah sakit bersalin dengan biaya di bawah satu juta rupiah, tergantung di mana pemeriksaan dilakukan.

Selain melalui pemeriksaan laboratorium, ibu hamil yang mengalami pengentalan darah biasanya memiliki riwayat atau gejala sebagai berikut:

1. Mengalami keguguran secara berulang, biasanya terjadi pada usia janin 12 minggu ke bawah.
2. Terjadinya penyumbatan di pembuluh darah nadi atau pun pembuluh darah balik yang penyebabnya tidak jelas atau tidak pasti.
3. Terjadi gangguan pada darah seperti anemia dan kekurangan darah putih.
4. Terjadi kelahiran bayi prematur saat usia kandungan di bawah 34 minggu.

Jika dalam pemeriksaan laboratorium terbukti ada pengentalan darah, hal yang bisa kita lakukan adalah mengobati. “Setelah diperiksa dan ada pengentalan darah, selanjutnya diberikan obat antipengentalan darah dan selama kehamilannya dimonitor lebih ketat sampai melahirkan,” ujar Boyke.

“Jika merencanakan kehamilan selanjutnya pun akan begitu lagi, tergantung pada orangnya juga. Jika itu adalah faktor imunologi, kita sudah tahu di kehamilan pertama ibu mengalami pengentalan darah, di kehamilan kedua hal seperti ini mungkin terjadi lagi,” tambahnya.

 

 

 

 

Tempo.co