Atasi Dua Hal Ini Bangkitkan Industri Perikanan Nasional

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti (kedua kiri) berinteraksi dengan nelayan usai meresmikan Pelabuhan Perikanan (PP) Untia di Kecamatan Biringkanaya, Makassar, 26 November 2016. PP Untia berada di zona Wilayah Pengelolaan Perikanan 731 yang meliputi perairan Flores dan laut Bali. ANTARA/Dewi Fajriani

Liputansaku.com, Jakarta – Tenaga Ahli Utama Staf Kepresidenan M. Riza Damanik mengatakan upaya untuk membangkitkan industri perikanan nasional adalah dengan mengatasi dua permasalahan yaitu terkait permodalan serta akses pasar.

“Survei terakhir yang kami lakukan terhadap UMKM dapat terlihat bahwa 66% UMKM masalahnya adalah modal, bukan kesulitan untuk mendapatkan kapal,” kata Riza Damanik dalam seminar nasional kemaritiman di Jakarta, Kamis (1 Desember 2016).

Adapun persoalan kedua, menurut Riza, adalah kesulitan untuk mendapatkan akses pasar yang berkeadilan. Untuk itu, ujar dia, diperlukan adanya pendampingan akses pembiayaan dan permodalan, serta memperluas promosi usaha untuk UMKM.

Riza mengingatkan pemerintah saat ini terkait sumber daya alam memiliki dua komitmen, yaitu menjaga dan mengelolanya. Karena itu, lanjutnya, Presiden juga memberikan arahan bahwa hal yang prioritas terkait sumber daya laut didorong untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang berasal dari laut.

Selain itu, Presiden Jokowi juga telah mengeluarkan instruksi presiden tentang percepatan industri perikanan nasional, yang setiap enam bulan sekali akan dilakukan evaluasi di bawah koordinasi Menko Maritim.

Riza menegaskan Presiden juga mengingatkan bahwa pilar yang akan menggerakkan industri perikanan di dalam negeri haruslah nelayan Indonesia. “Nelayan harus menjadi tuan rumah dan bisa sejahtera di laut sendiri,” tegasnya.

Saat ini, dia mengingatkan sekitar 25% atau seperempat dari warga miskin berada di kawasan atau kantong-kantong pesisir. Belum lagi data lainnya, ungkap dia, adalah 80% kapal berada di bawah 10 gross tonnage (GT), 53% pembudidaya memiliki lahan di bawah 0,1 hektare, dan 99% pengolah ikan adalah industri UMKM.

Riza memaparkan salah satu cara meningkatkan industri perikanan adalah meningkatkan konsumsi ikan karena hal itu akan membuka banyak lapangan pekerjaan serta meningkatkan PDB sektor perikanan.

 

 

 

 

 

 

 

 

tempo.co