Arema dan Pusamania Berbenah Hadapi Kompetisi Tahun Depan

Pesepakbola Persib Bandung Tony Sucipto (kanan) mengejar bola dengan kawalan pesepakbola Arema Cronus Antonio Putro Nugroho (kiri) pada laga lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung, 27 Agustus 2016. ANTARA/

Liputansaku.com, Jakarta – Kompetisi sepak bola Indonesia Soccer Championship 2016 sudah usai, pada pekan lalu. Kini hampir semua klub papan atas Indonesia libur, dan mulai berlatih lagi Januari tahun depan.

Meski libur, sejumlah tim sudah berancang-ancang mempersiapkan tim terbaik untuk mengarungi kompetisi reguler 2017 yang dijanjikan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia.

Salah satunya, klub Arema Cronus yang kini berganti nama menjadi Arema FC. Klub asal Malang itu memutuskan untuk tak memperpanjang pelatih Milomir Seslija untuk kompetisi 2017.

“Kami ucapkan terima kasih atas dedikasi coach Milo kepada klub,” kata Manajer Utama Arema Ruddy Widodo, seperti dikutip dari situs resmi Arema FC, kemarin.

Sayangnya Ruddy enggan menyebutkan alasan gagalnya negosiasi perpanjangan kontrak dengan pelatih asal Bosnia tersebut. Sebelumnya, Arema memang berencana untuk memperpanjang masa kepelatihan Milo di skuad tim Singo Edan.

Sebab, sejak menangani Arema Januari lalu, Milo sukses memberikan sejumlah prestasi apik, seperti juara turnamen Bali Island Cup 2016, Bhayangkara Cup 2016. Milo juga mampu membuat Arema menjadi runner up kompetisi Indonesia Soccer Championship 2016.

Sayangnya Ruddy masih merahasiakan siapa pelatih yang akan menjadi suksesor Milo di Arema. Soal skuad pemain musim depan, ia juga bungkam.

“Kami akan bentuk tim sesuai prosedur. Yakni menentukan pelatih dulu, official, lalu komposisi pemain,” kata Ruddy.

Dia pun tak mau bekerja terlalu lama. Sesuai target, komposisi pelatih baru Arema FC harus rampung pada 25 Desember mendatang. Selanjutnya, Arema akan menginvetarisir sejumlah pemain baru yang akan diboyong ke Malang. “Siapa saja pemainnya tergantung pelatih kepala,” kata dia.

Persiapan juga sedang dilakukan klub asal Samarinda, Kalimantan Timur, Pusamania Borneo FC. Presiden klub Pusamania Nabil Husein Said Amin mengatakan klubnya akan mempertahankan sekitar 80 persen pemain mereka musim 2016.

“Tim saat ini sudah punya karatkter, hanya bagaimana cara kami menutupi sejumlah titik lemah. Kami akan tambah 20 persen skuad dengan pemain baru,” kata Nabil, seperti dikutip situs resmi klub berjuluk Pesut Etam tersebut, kemarin.

Selain membidik pemain-pemain baru, Nabil juga dibikin pusing mempertahankan pemain lama. Salah satunya bintang tim nasional Indonesia untuk Piala AFF 2016, Lerby Eliandri Pong Babu.

Menurut Nabil, saat ini Lerby sedang diincar tim-tim besar Nusantara. Pemain 25 tahun itu tampil cukup bagus musim ini. Bersama Pusamania, Lerby mengoleksi enam gol di ISC 2016. Selain Lerby, Nabil juga hendak mempertahankan striker senior Sultan Samma.

“Untuk dua nama itu banyak tim yang merayu untuk hengkang dari Samarinda. Tapi tidak ada kata lain, saya akan pertahankan mereka bagaimana pun caranya,” kata Nabil. “Kami masih membutuhkan keduanya untuk membuat tim berprestasi.”

Pusamania juga akan mempertahankan penyerang asal Brasil Flavio Beck Junior. Bahkan Pusamania sudah menyodori perpanjangan kontrak pemain 29 tahun itu. Gayuh bersmbut, Flavio pun meneken kontrak hingga 2017.

Flavio mendarat di Samarinda pada putaran kedua ISC 2016. Sebelum bermain di Pusamania, Flavio pernah merumput bersama FK Lovcen, klub asal Montenegro.

Secara khusus Nabil memberi julukan Flavio sebagai raja tendangan bebas. Meski belum lama bermain di Indonesia, dia sudah pernah membuat hattrick ketika Pesut Etam menjamu PSM Makassar. Flavio kini mengantongi lima gol selama separuh musim.

“Kami akan terus berkomunikasi dengan pemain lain, kami tunggu rekomendasi pelatih,” kata Nabil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tempo.co