Ahok: Hidup Saya Bukan untuk Saya Lagi

Seorang dosen Universitas Tarumanegara (Untar) protes pada Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T Purnama (Ahok). Alasannya karena saat Ahok masih aktif menjadi Gubernur DKI, dirinya tidak bisa menemui Ahok di Balai Kota.

“Saya mau protes ke Pak Ahok, saya dan 7 mahasiswa saya pernah datang ke Balai Kota tapi enggak bisa menemui Bapak,” kata dosen berbaju kotak-kotak tersebut pada Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/12/2016).

Ahok yang mendengar keluhan tersebut balik bertanya pada dosen tersebut. Ahok menjelaskan bahwa saat masih di Balai Kota, dirinya membuka keluhan warga dari pukul 07.00 WIB hingga 08.30 WIB.

“Memang Ibu datang jam berapa?” tanya Ahok.

“Siang Pak,” jawab dosen tersebut.

“Ya pantas saja, saya waktu di Balai Kota buka pengaduan dari masyarakat mulai pukul 7 pagi sampai pukul setengah 9 pagi,” jelas Ahok dengan nada mulai meninggi.

Ahok menjelaskan bahwa dirinya sendiri saja tidak bisa mengatur jadwalnya untuk bertemu orang. Hanya presiden yang bisa membuat Ahok membatalkan semua agenda dan meninggalkan sementara pekerjaannya. Bahkan istrinya, Veronica Tan, sering mengalah dengan kesibukan Ahok.

“Kecuali presiden telepon saya, langsung saya batalkan semua jadwal saya. Istri saya saja kalau mau ketemu harus cek jadwal saya ke sekretaris saya,” ucap Ahok.

“Saya hidup bukan untuk saya lagi,” lanjut Ahok.

Ahok juga mengaku kesulitan untuk mengatur waktunya mendatangi perayaan Natal. Dirinya mengaku sebenarnya banyak undangan perayaan Natal untuknya, namun kesibukannya membuat dirinya selektif memilih mana perayaan yang akan dia datangi.

“Saya enggak sanggup kalau hadirin natal begitu banyak, saya enggak suka. Bisa datang di satu perayaan Natal saja sudah Puji Tuhan,” pungkasnya.

Sumber : detik.com