6 Tips Keuangan untuk Pasangan Menikah

Pernikahan tidak hanya menyatukan hati kedua individu, tetapi juga status keuangan Anda. Pasangan Anda adalah partner Anda dalam mengatur keuangan dan tujuan bersama. Keuangan juga sumber masalah utama dalam pernikahan. Tingginya tingkat perceraian, salah satunya disebabkan oleh masalah keuangan. Simak 6 tip keuangan dari Family Share, yang dilansir Rabu (23/11/2016) berikut ini, agar Anda dan pasangan terhindar dari masalah finansial.

Punya rekening tabungan bersama
Sebelum menikah, kita punya rekening pribadi sendiri-sendiri dan kebiasaan berbelanja yang berbeda. Setelah menikah, kebiasaan ini masih terbawa. Banyak pasangan menerapkan filosofi uangku adalah uangku, uangmu adalah uangmu. Terlebih lagi bagi pasangan yang masing-masing punya pendapatan. Kelemahannya, pengeluaran sulit dideteksi. Idealnya, pasangan punya satu dana bersama untuk membayar seluruh tagihan dan kebutuhan rumah tangga. Teknisnya bisa macam-macam, bisa dengan satu rekening bersama, atau setidaknya ada satu pembukuan yang bisa dicek oleh kedua pihak, dan masing-masing tahu berapa jumlah uang masuk dan uang keluar setiap bulannya, untuk kebutuhuan rumah tangga.

Buat kesepakatan soal utang
Dalam pernikahan, sebagaimana harta, utang juga menjadi tanggungan bersama. Apa yang menjadi beban pasangan adalah beban kita juga. Akan tetapi, secara hukum, pisahkan urusan utang itu ke nama pribadi, bukan nama bersama. Sebab, hal ini akan mempermudah urusan ke depannya, jika ada apa-apa terjadi, seperti kematian atau perceraian, pihak lain tidak ikut terseret menanggung utang.

Komunikasi

Komunikasi
Kelihatannya saran klise, tapi inilah fondasi terpenting dalam pernikahan. Bicarakan harapan Anda pada pasangan, tentang tujuan keuangan yang Anda impikan. Apa yang boleh dan tidak boleh dibelanjakan, apa yang menjadi prioritas, berapa bujet untuk pengeluaran sebulan, bagaimana bisa menabung dan berinvestasi untuk keluarga, dan sebagainya. Kedua belah pihak harus saling terbuka dan terinformasi.

Buat tujuan bersama
Buat perencanaan keuangan bersama pasangan. Mana yang harus didahulukan, membeli rumah, mobil, membayar uang sekolah, dana ke tanah suci, hingga rencana hari tua Anda dan pasangan.

Saling menyemangati
Berhemat memang menyebalkan. Banyak kesenangan dan kenyamanan yang harus dikorbankan. Tak bisa belanja semaunya gara-gara plafon anggaran. Setiap orang punya titik kelemahan, jika menyangkut penghematan. Untuk bisa menaati bujet yang sudah disepakati, memang butuh dorongan, saling mengingatkan, dan saling menyemangati.

Hormati pekerjaan pasangan
Anda berdua sama-sama bekerja dan sama-sama berkontribusi bagi pemasukan keluarga. Walaupun misalnya, salah satu memutuskan menjadi ibu rumah tangga, itu juga sebuah pengorbanan yang harus diapresiasi oleh pasangan dalam pernikahan. Yang harus dilakukan adalah saling memahami beban pekerjaan pasangan dan menghargai apa yang sudah dilakukan oleh pasangan. Jangan mudah ngambek gara-gara hal sepele, seperti, pasangan tidak membalas pesan teks, atau sering pulang larut malam karena harus lembur.

(sumber:Liputan6)