5 Masalah Pada Smartphone dan Cara Mengatasinya

Kehadiran smartphone mulai menggantikan komputer desktop dan laptop. Ke mana pun kita pergi selalu membawa smartphone, termasuk saat mengerjakan sesuatu dengan bantuan perangkat pintar.

Meski begitu, ada beberapa masalah dari pergantian gaya hidup yang lebih ringkas dan paktis ini. Mengutip laporan Make Use Of, Rabu (7/12/2016), berikut kami paparkan satu per satu.

1. Tak Bisa Mengkustomisasi HardwareĀ 

Kamu bisa membeli sebuah komputer desktop atau pun membeli macam-macam komponen dan merakitnya sesuai kemauan kamu. Jika kamu merasa RAM-nya kurang besar, memorinya kurang luas, semuanya bisa kamu tambah sendiri.

Sayangnya, tidak demikian pada smartphone. Bagaimana jika butuh prosesor yang lebih cepat, baterai lebih besar atau kamera yang lebih baik?

Salah satu caranya adalah mengganti smartphone dengan model terbaru. Hal ini tentu tak mudah bagi kebanyakan orang.

Apa yang bisa dilakukan? Ada baiknya kamu memilih smartphone yang memiliki dukungan slot microSD dan baterai yang bisa diganti. Nah, kebanyakan dari opsi ini bisa ditemukan pada smartphone murah atau kelas menengah.

Meski level ini tak sama dengan proses kustomisasi pada PC, namun penggantian baterai bermasalah dan menambah besaran memori merupakan cara mudah untuk membuat ponsel lebih baik tanpa harus menggantinya.

2. Smartphone Sekali Pakai

ProdusenĀ tak ingin penggunanya memperbaiki smartphone dan lebih senang menggantinya dengan model terbaru tiap satu atau dua tahun sekali.

Karenanya, para produsen membuat produk sederhana bagi pengguna tanpa memperbolehkan mereka mengganti hardware di dalamnya.

Tentunya, ini merupakan bentuk pemborosan. Apa yang bisa dilakukan? Usahakan untuk menggunakan smartphone selama mungkin.

Di Eropa, pengguna bisa membeli sebuah ponsel Fairphone. Ponsel ini adalah produk smartphone yang dibuat dari bahan daur ulang, sehingga bahan-bahan dari smartphone usang masih bisa dipakai. Meski begitu, performanya tetap baik sekaligus ramah lingkungan.