5 Kisah ‘Horor’ yang Terkuak dari Mosul, ‘Benteng Terakhir’ ISIS

Langit tak lagi berwarna biru di Kota Qayyarah, padang pasir di selatan Mosul. Cahaya matahari memancarkan semburat oranye yang kelam dan awan berwarna hitam berarak di siang bolong.

Itulah gambaran tengah haro setelah ISIS menembakkan senjata ke pabrik sulfur, menebarkan racun yang bisa menyumbat jalan nafas siapapun yang menghirupnya.

Beberapa warga Mosul berhasil kabur. Sebagian yang nekat keluar dari benteng terakhir ISIS itu tewas dijadikan tameng oleh kelompok teroris tersebut.

Mereka yang selamat berkisah, kesengsaraan, persaingan antar suku, dan kekejaman ISIS telah membuat mereka lupa apa itu arti kedamaian.

“Kami tak bebas berbicara, tak bisa saling mengunjungi satu sama lain seperti dulu,” kata salah seorang warga yang selamat.

Salah seorang warga bersaksi, sulit menggoyangkan ISIS di kota itu, karena ada ‘orang dalam’ yang mendukung mereka.

“Sangat rumit sekali, di antara kami sendiri ada perpecahan jauh sebelum ISIS masuk, itu yang dimanfaatkan oleh kelompok teroris tersebut. Menurut saya, sulit untuk menaklukkan Mosul,” ujar perempuan yang tengah hamil tua kepada NPR.

Namun demikian, salah seorang saksi yang selamat lainnya optimistis ISIS akan kalah. Mosul suatu ketika akan dapat direbut, meski menuntut ;tumbal’ darah dan air mata.

Menurutnya, di dalam kota Mosul seluruh informasi disaring, pesan-pesan penting diselundupkan oleh mereka yang selamat.

“Yang pasti para petinggi ISIS tengah menyiapkan pertempuran mati-matian hingga persiapan mereka kabur. Saya yakin, kota ini dapat direbut kembali,” kata salah seorang saksi yang selamat.

Penduduk Mosul makin tidak menoleransi ISIS. Mereka kini lebih berani memberikan informasi apa yang tengah terjadi di tengah kota.

Salah seorang bahkan nekat menelepon lewat ponsel kepada pasukan Irak, menceritakan informasi penting di dalam kota, dengan latar belakang suara tembakan. Memiliki ponsel adalah pelanggaran berat. Siapa saja yang memiliki teknologi itu akan dieksekusi.

Namun, makin banyak dari mereka yang nekat menceritakan horor yang terjadi di dalam Mosul.

Berikut 5 horor kesaksikan warga di dalam Mosul yang nekat memberikan informasi kepada tentara Irak.

1. Pasukan Bunuh Diri ISIS

Saksi-saksi mata –baik yang selamat maupun yang nekat memberikan informasi lewat ponsel- mengatakan ratusan tentara ISIS datang ke Mosul dari Raqqa. Kebanyakan dari mereka adalah pasukan asing yang memakai seragam berbeda.

Pasukan anyar itu menggunakan rompi dan sabuk peledak, serta senjata ringan.

Intelijen Barat mengestimasi kini ada 3.000 hingga 5.000 militan berada di Mosul dan ratusan lainnya di desa-desa sekitar.

2. Terowongan Bawah Tanah

Menurut saksi mata yang berhasil meninggalkan Mosul, mereka menemukan terowongan bawah tanah yang saling terintegrasi. Mereka mengetahui itu lantaran beberapa di antara warga selamat sebelumnya pernah diperintahkan menggalinya.

ISIS menerapkan aturan,  mereka yang tertangkap merokok wajib menggali 10 meter terowongan.

3. Rencana Kabur ISIS

Di saat yang sama mereka melakukan persiapan ofensif, ISIS dilaporkan juga menyiapkan rencana kabur atau bahkan bercampur dengan warga sipil.

Menurut penduduk, militan ISIS yang cukup terkenal di kota itu dilaporkan telah mencukur jenggot dan membotaki rambutnya. Mereka adalah anggota polisi ISIS, al-Hasba.

4. Berondongan Tembakan

Selama beberapa bulan terakhir, terjadi pembunuhan sporadis tentara ISIS, biasanya di malam hari. Namun, aksi ini belum meluas. Ke depannya mungkin berubah. Pada dini hari Senin, warga mendengar suara tembakan selama sekitar satu jam di kawasan selatan Wadi Hajer, dekat bandara.

ISIS menembaki tanpa pandang bulu ke sebuah rumah dan atap di mana seorang penembak jitu menargetkan militan itu sebelum ia berhasil melarikan diri di atap.

Wadi Hajer adalah kawasan padat dengan banyak gang dan rumah kecil cocok untuk operasi hit-and-run.

Setidaknya lima militan ISIS tewas dalam bentrokan dan ISIS dengan cepat melakukan pembalasan dendam.

5. Horor Kematian

Mereka berhasil melarikan diri menceritakan kisah horor penjajahan ISIS.

Seorang wanita mengatakan kepada jaringan TV Kurdi bahwa dia dibawa kakaknya ke sebuah rumah sakit di Mosul. Di sana dia bertemu dengan seorang gadis muda Yazidi dengan seorang anak yang memohon bantuan untuk melarikan diri. Gadis itu mengatakan ayah anak itu seorang petinggi ISIS.