5 Keterampilan Finansial Wajib Diwariskan Orangtua ke Anak

Sebagai orangtua, Anda pasti ingin membiasakan anak hidup hemat. Tapi sebenarnya pelajaran apa yang lebih penting? Dan kapan harus memulainya?

Terkadang, pelajaran hemat yang paling penting justru tidak selalu berkaitan dengan finansial. Berikut lima keterampilan finansial yang wajib diwariskan orangtua pada anak.

Kesabaran
Kemampuan untuk menahan dan meredam keinginan merupakan fondasi dari kebiasaan hemat. Sikap sabar menguatkan mental anak untuk memisahkan antara kebutuhan dan keinginan.

Sebaiknya kesabaran memang diajarkan sejak kecil. Misalnya ketika anak menginginkan sesuatu, orangtua tidak langsung mengabulkan. Anak harus menunjukkan usaha untuk mendapatkan apa yang diingankan, yakni dengan memiliki nilai bagus, berbuat baik, atau mengerjakan pekerjaan rumah.

Jika keinginan anak berubah seiring waktu (karena anak cepat bosan), katakan bahwa meredam keinginan sama dengan menghemat banyak uang.

Percaya diri

Di tengah kebiasaan konsumtif dan gaya hidup yang semakin menuntut, penting untuk memiliki sikap percaya diri. Ketika anak percaya diri dengan apa yang dikenakannya, dia tidak akan iri dengan apa yang dikenakan orang lain.

Setiap hari, ratusan iklan dan bujukan sales mengatakan penampilan dan apa yang kita kenakan belum cukup baik.

Dengan memiliki rasa percaya diri, anak tidak mudah menjadi ‘korban iklan’ dan akhirnya mengeluarkan banyak uang untuk hal yang tidak dia dibutuhkan. Ajarkan juga bahwa iklan-iklan komersial memang ditujukan agar dia menghabiskan lebih banyak dari yang diperlukan.

Berbagi

Berbagi alias sharing dapat menghemat pengeluaran. Misalnya ketika anak bisa meminjam rok pada kakaknya, artinya dia tidak perlu membeli. Menerapkan berbagi sejak kecil dapat menolong anak mengembangkan keterampilan komunikasi dan komitmen.

Kreativitas

Kreativitas bisa menghemat sekaligus menghasilkan banyak uang. Inilah mengapa seorang ibu harus bisa mengolah makanan dari bahan seadanya, membuat baju baru dari baju yang tidak terpakai, dan membuat mainan dari barang bekas.

Anak pun harus diajarkan demikian. Banyak bisnis sukses karena pemiliknya kreatif dan selalu punya ide baru. (Baca juga: Cara Kreatif Mencari Pekerjaan Lewat Media Sosial)

Negosiasi

Mengajarkan anak untuk menawar dapat mengehemat banyak uang. Ajarkan keterampilan negosiasi ini dengan membawa anak ke pasar. Perbedaan Rp 1.000-Rp 2.000 mungkin terlihat sedikit, namun jika dikumpulkan bisa digunakan untuk membeli barang lain.

(sumber:liputan6)