5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Zinedine Zidane Jelang Laga El Clasico

Pada akhir pekan ini seluruh mata para pecinta sepakbola di dunia akan mengarah ke Spanyol. Hal ini dikarenakan pada akhir pekan ini akan digelar laga terbesar dalam La Liga Spanyol, di mana dua tim tersukses Spanyol yaitu Barcelona dan Real Madrid akan saling bertemu pada pertandingan bertajuk El Clasico.

Pada laga ini Real Madrid datang ke Camp Nou dengan kepercayaan diri yang tinggi. Pasalnya mereka saat ini berstatus sebagai pemuncak klasemen sementara La Liga, dengan selisih 6 poin dari Barcelona di peringkat ketiga. Oleh karenanya jika menang pada laga ini peluang El Real merengkuh gelar La Liga pada akhir musim nanti akan terbuka lebar.

Performa Madrid sejauh ini bisa dikatakan cukup baik, pasalnya mereka menyapu bersih lima kemenangan dalam lima pertandingan terakhir mereka di semua laga. Namun Bolanet melihat ada setidaknya lima aspek yang perlu diperhatikan Zinedine Zidane agar memenangkan laga El Clasico akhir pekan nanti. Apa saja aspek tersebut? SIlahkan tekan tombol di bawah ini.

Semenjak dilatih Zinedine Zidane, Real Madrid memiliki kecenderungan untuk memainkan skema 4-3-3 dengan satu gelandang bertahan. Namun di awal musim ini Zidane mendapat sedikit masalah dengan cederanya Casemiro, sehingga ia harus melakukan beberapa penyesuaian dalam taktiknya.

Penyesuaian yang dilakukan Zidane biasanya adalah ‘memaksa’ gelandang serang seperti James Rodriguez atau Isco sebagai gelandang tengah atau mengubah skema menjadi 4-2-3-1. Perubahan ini sejatinya tidak terlalu buruk, namun permainan El Real terlihat kurang maksimal, terutama menggunakan skema 4-2-3-1.

Dengan cederanya Toni Kroos, dan kembalinya Casemiro pada pertandingan dini hari nanti, rasanya Zidane harus kembali mencoba memainkan skema 4-3-3 dengan Casemiro sebagai gelandang bertahan. Skema 4-3-3 mereka terbukti sudah efektif saat mereka mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 3-0 baru-baru ini, sehingga formasi ini bisa menjadi salah satu kunci mengalahkan Barcelona pada akhir pekan nanti.

Salah satu masalah yang dihadapi Zinedine Zidane pada laga El Clasico akhir pekan ini adalah cederanya Gareth Bale. Bintang Timnas Wales itu merupakan salah satu pemain kunci dalam skuat Zinedine Zidane dan cederanya Bale menjadi kehilangan besar bagi Madrid jelang El Clasico.

Salah satu peran penting Bale adalah bagian distribusi serangan. Menurut positional report Whoscored, selama Bale dan Ronaldo bermain, serangan Real Madrid cenderung seimbang dibangun baik dari sisi kiri maupun sisi kanan. Hal ini berarti jika Bale absen, maka Real Madrid akan mengandalkan Ronaldo untuk membangun serangan mereka pada El Clasico nanti.

Dengan tugas yang berat tersebut, Zidane harus memikirkan sebuah strategi untuk meringankan beban Ronaldo. Setidaknya Zidane bisa membuat sebuah strategi yang memastikan Ronaldo mendapat bantuan yang cukup untuk membangun serangan dari sisi kiri serangan El Real.

Real Madrid dikenal sebagai tim yang memiliki lini serang yang berbahaya. Alhasil banyak tim-tim lawan harus bermain cukup keras untuk menghentikan lini serang El Real yang dimotori oleh Trio BBC sehingga Madrid sering mendapat hadiah bola-bola mati.

Namun menurut catatan yang dilansir Whoscored, Real Madrid kurang efektif dalam mengonversi peluang dari bola-bola mati [Kecuali Penalti]. Tendangan bebas maupun sepak pojok El Real minim menghasilkan gol bagi mereka.

Hal ini sebenarnya cukup kontradiktif dengan catatan statistik Madrid, yang disebut Whoscored sebagai salah satu tim terbaik dalam duel udara, di mana mereka memenangkan 63,3% duel udara yang mereka. Jika aspek ini bisa dibenahi, maka eksekusi bola mati El Real bisa lebih berbahaya dan bisa berkontribusi untuk mengalahkan Barcelona pada akhir pekan nanti.

Sebagai salah satu bek terbaik dunia, tidak ada yang meragukan kemampuan Sergio Ramos dalam bertahan. Namun jelang laga El Clasico nanti, Zidane wajib memberikan perhatian ekstra kepada bek 30 tahun ini jika ia tidak ingin timnya menderita.

Hal ini dikarenakan track record buruk Ramos dalam bertahan. Tercatat selama empat tahun belakangan ia sudah mengantongi 52 kartu kuning dan 6 kartu merah. Untuk musim ini ia juga sudah mengoleksi 5 kartu kuning, salah satu yang tertinggi di jajaran para pemain La Liga.

Selain itu Ramos juga punya sejarah buruk di El Clasico, di mana ia sudah dua kali diusir keluar lapangan di laga panas itu, di mana terakhir kali itu terjadi pada El Clasico sebelum laga ini. Untuk itu Zidane harus memberikan instruksi yang tepat bagi Ramos jika tidak ia bisa berpotensi mendapat kartu merah lagi pada akhir pekan nanti.

Poin terakhir yang harus diperhatikan oleh Zidane jelang laga El Clasico nanti adalah memperkuat sektor kiri pertahanannya. Hal ini perlu dilakukan jika melihat kecenderungan para lawan mereka selama musim ini.

Catatan Positional Record Whoscored menunjukkan bahwa sebagian besar lawan Real Madrid musim ini membangun serangan mereka dari sektor kanan serangan mereka. Salah satu penyebabnya adalah kecenderungan Marcelo sebagai bek kiri yang sering maju membantu serangan sehingga para lawan mencoba mengeksploitasi karakter bek asal Brasil tersebut saat mereka melakukan serangan balik.

Catatan ini kemungkinan besar sudah disadari oleh Barcelona. Oleh karenanya Zidane perlu memberikan instruksi yang tepat bagi Marcelo agar menyeimbangkan pergerakannya waktu membantu serangan dan bertahan.

(sumber:Bola.net)