5 Hal Ini Bisa Jadi Tujuan Investasi bagi Para Ayah

Sebagai tulang punggung keluarga, ayah memang peranan besar untuk keuangan keluarga. Namun saat ini, sudah wajar jika ayah dan ibu saling membantu untuk mencari nafkah demi keluarga mereka.

Walau begitu, masing-masing dari mereka memiliki peranan yang berbeda, seorang ayah akan lebih memikirkan ekonomi keluarga secara makro yang artinya mereka akan lebih fokus pada kebutuhan dana di masa depan.

Sedangkan ibu akan lebih fokus pada ekonomi mikro, seperti anggaran belanja bulanan. Tentunya setiap ayah di dunia pasti ingin keluarganya hidup sejahtera.

Mereka ingin agar anak-anak dan istri mereka mendapatkan kehidupan yang layak, baik sekarang maupun di masa depan. Oleh karena itu, banyak sekali dana-dana yang harus dipersiapkan oleh seorang ayah agar hal tersebut dapat tercapai.

Beberapa contoh dana yang harus dijadikan tujuan investasi oleh seorang ayah adalah seperti dikutip dari www.cermati.com, Minggu (12/3/2017):

1. Dana pensiun
Usia 55 – 60 tahun merupakan usia tidak produktif dan kemungkinan besar pada usia tersebut, anda akan kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Dana pensiun perlu disiapkan untuk mencukupi kebutuhan keluarga pada saat sudah tidak produktif lagi.

Salah contoh perhitungan jumlah dana yang dibutuhkan adalah jika kebutuhan keluarga Anda pada saat ini adalah Rp 5 juta per bulannya, maka jika anda akan memasuki usia pensiun dalam 20 tahun, dana pensiun yang dibutuhkan adalah Rp 5 juta dikalikan dengan inflasi 8-10 persen per tahun dan dipangkatkan dengan 20 tahun.

2. Dana pendidikan
Sebagai orangtua, kesejahteraan anak merupakan hal paling utama. Seorang anak pasti berhak mendapatkan pendidikan yang terbaik sebagai modal mereka untuk menghadapi masa depan.

Oleh karena itu, sebagai ayah, dana pendidikan merupakan salah satu pos dana yang harus dipersiapkan.

Besarnya dana pendidikan yang harus dipersiapkan mempunyai rumus yang sama dengan perhitungan dana pensiun. Namun perbedaannya ada pada tingkat inflasi yang mana pada dana pendidikan, inflasi akan lebih besar, yaitu 12–15 persen per tahun.

Sebagai pelaku investasi yang baik, anda pun harus menyesuaikan kebutuhan tersebut dengan instrumen investasi yang tepat, misalnya asuransi pendidikan atau investasi dalam bentuk reksa dana.

3. Asuransi kesehatan
Kesehatan adalah investasi dan seorang ayah dituntut untuk selalu sehat untuk dapat menjadi tulang punggung keluarga. Dengan kesehatan yang baik, Anda dapat bekerja dan mencukupi kebutuhan keluarga.

Walaupun begitu, selain menjaga kesehatan pribadi, Anda dapat membeli produk asuransi kesehatan. Alasannya, anda tidak dapat memprediksi kapan penyakit akan menjangkiti anda.

Tentunya, jika terjadi masalah kesehatan, hal tersebut dapat mengganggu seluruh operasional keluarga. Anda akan kesulitan mendapatkan penghasilan, selain itu, istri anda juga akan kerepotan mengurusi diri anda dan anak-anak. Dengan adanya asuransi kesehatan, seorang ayah tidak akan bingung jika terjadi musibah penyakit. Selain itu, asuransi kesehatan juga dapat membantu untuk menyimpan dana darurat untuk kebutuhan yang lainnya.

4. Dana ibadah
Dana ibadah adalah dana yang harus dipikirkan setelah menikah dan mempunyai anak. Tentunya dana untuk perjalanan ibadah tidaklah sedikit oleh karena itu, Anda harus mempersiapkannya dari jauh-jauh hari. Jika mempersiapkan dana ibadah dengan jangka waktu yang singkat, pengembalian dana yang terbentuk akan menjadi tidak optimal.

5. Warisan
Warisan merupakan sejumlah aset yang dititahkan pada pasangan atau anak-anak atau anggota keluarga lainnya pada saat anda meninggal.

Warisan tersebut dapat berupa aset yaitu tanah atau properti, atau juga asuransi jiwa yang mana uang hasil pertanggungan asuransi tersebut akan diberikan kepada ahli waris sesuai dengan perjanjian. Mempersiapkan warisan dengan cara asuransi juga akan lebih mudah karena kekayaannya yang dapat dibagi.

Tidak ada hal yang pasti

Sebagai seorang ayah, berinvestasi dengan tujuan mencukupi dana-dana tersebut merupakan hal yang benar. Tidak ada hal yang pasti di dunia ini, mungkin saja tiba-tiba Anda bangkrut atau bisa saja mengalami kenaikan pangkat. Yang terpenting adalah Anda senantiasa mempersiapkan yang terbaik untuk keluarga.