10 Operasi Pasukan Khusus yang Disorot Dunia, Ada Kopassus RI?

Keberanian, kesabaran, dan strategi jitu adalah ‘senjata’ andal bagi pasukan elite di seluruh dunia kala menjalani operasi militer.

Taktik dan rencana tak akan terwujud jika tidak dilengkapi dengan kepiawaian para prajurit terpilih saat melakukan operasi militer. Melenceng sedikit, bisa-bisa nyawa jadi taruhan

Para tentara yang menjalani operasi militer itu biasanya berasal dari pasukan khusus yang dibentuk serta dilatih untuk melaksanakan misi perang non-konvensional, anti-teroris, pengintaian, dan pertahanan luar negeri.

Lazimnya, pasukan ini terdiri dari kelompok kecil yang sangat terlatih, bekerja secara mandiri dan ‘siluman’, berkecepatan tinggi, serta dipersenjatai dengan senjata khusus.

Operasi militer yang mereka lakukan biasanya bukan kasus biasa — terkait dengan terorisme, penyanderaan dan lainnya yang membutuhkan keterampilan khusus.

Di antara operasi itu, kebanyakan mendunia seperti penggerebekan Bos Al Qaeda Osama bin Laden di lokasi persembunyiannya di Abbottabad, Pakistan.

Berikut 10 operasi militer yang paling disorot dunia yang dilakukan oleh pasukan khusus, seperti Liputan6.com himpun dari The Wondrous.com dan berbagai sumberpada Senin (31/10/2016), termasuk pasukan elite Indonesia, Kopassus:

1. US Navy SEAL, AS

 Waktu menunjukkan pukul 23.35. Hampir tiba tengah malam pada 1 Mei 2016. Suasana sedikit riuh. Saat itu, Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan mengumumkan hal penting yang dinanti warga Negeri Paman Sam selama 10 tahun.

“Dengan ini, saya laporkan kepada seluruh warga Amerika Serikat dan dunia bahwa pemerintah telah melakukan operasi penyerbuan,” ujar Obama, seperti dimuat VOA.

“Dan Osama bin Laden, Si Pemimpin Al Qaeda yang bertanggung jawab atas kematian ribuan orang, wanita dan anak-anak yang tak berdosa, kini dinyatakan telah tewas.”

Sebelum pengumuman resmi, ruang kontrol Gedung Putih dipenuhi oleh para petinggi AS. Mereka menatap layar detik-detik penyegerapan Osama di rumah persembunyiannya di Abbottabad, Pakistan.

2. Alpha Group, Rusia

Pada 3 September 2004, sekelompok pria dan wanita bertopeng mengenakan sabuk berisi bahan peledak, menyerbu ke sekolah di Rusia, menembaki orang-orang di halamannya.

Kala itu murid-murid tengah berkumpul untuk upacara yang menandai awal tahun ajaran baru.

Para penyerang mengancam akan meledakkan sekolah jika pasukan keamanan menyerbu gedung. Anak-anak pun ditempatkan di jendela, dijadikan sebagai perisai hidup.